Jumat, 26 September 2014

NIRA PERWIRA, GERBANG KESEJAHTERAAN BAGI PETANI GULA KELAPA



Kantor Koperasi Nira Perwira Purbalingga tampak depan


Nira Perwira diambil dari kata Nira yang berarti air yang keluar dari bunga jantan pada pohon kelapa berwarna kuning keemasan dan Perwira yang berarti pahlawan. Jadi, Nira Perwira berarti air yang menjadikan pahlawan bagi petani gula kelapa. Nira akan selalu keluar jika tahu pengelolaannya. Nira mampu memberikan kehidupan bagi siapa saja yang memanfaatkannya.
Koperasi Nira Perwira berdiri tanggal 11 Juni 2013. Resmi berbadan hukum tanggal 25 Juli 2013 dengan No: 128/BH/XIV.20/VII/2013. Pendiri koperasi antara lain: Ketua bernama Yulianto, Sekretaris bernama Alfianto Mirun, dan Bendahara bernama Wachini. Pengawas Koperasi antara lain: Riswono, Nasid Purwoyo, dan Sarkoro Sura. Kelompok-kelompok petani yang dibentuk dan didampingi oleh LSM LPPSLH Purwokerto ada 5 kelompok, antara lain:
1.      Manggar Sari di Karangcegak
2.      Nira Manis di Candinata
3.      Berkah Sari di Candinata
4.      Sari Manggar di Binangun
5.      Manggar Wangi di Bumisari
Belum lama ini telah terbentuk kelompok baru bernama Nira Bhuana atas usul dari Kepala Desa Candinata, Masikin. Kelompok ini dibentuk oleh Koperasi Nira Perwira yang menjadi motor penggerak adalah Pengurus Koperasi bernama Alfianto Mirun.
Seiring berjalannya waktu beberapa pengurus mengundurkan diri. Dan kini struktur Pengawas dan Pengurus Koperasi yang baru mulai Maret 2014 adalah:
Pengawas: Riswono, Nasid Purwoyo, Sarkoro Sura
Pengurus Koperasi:
Ketua                    : Samsul Arifin
Sekretaris             : Setiyanto
Bendahara            : Wachini
Bidang Perdagangan        : Alfianto Mirun
Bidang Anggota               : Mahiroh
Bidang Produksi              : Sukimin
Bidang ICS                      : Samsi
      Inilah Foto Para Pengurus Koperasi Nira Perwira bersama Direktur LSM LPPSLH Purwokerto


Koperasi ini menjadi naungan 4 desa di Purbalingga yang berproduksi gula kelapa kristal organik. 401 petani kelapa organik telah tersertifikasi oleh Lembaga Control Union Belanda pada bulan Mei 2014. Ini menjadi sesuatu yang menggembirakan bagi kita semua.
Letak koperasi berada di Desa Candinata RT 13/RW 07, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga dengan Kode Pos 53361. Lokasi yang ramah lingkungan menjadikan suasana menyenangkan. Selain itu, masayarakat sekitar antusias dengan adanya Koperasi Nira Perwira. Penjagaan wilayah penuh dilakukan oleh warga sekitar koperasi.
Gula kelapa kristal membawa arus perubahan hidup bagi petani gula kelapa di Purbalingga. Program yang ditawarkan oleh koperasi adalah sistem tabungan. Tabungan dapat dijadikan alat untuk merubah sedikit kebiasaan petani yang hidup boros dengan Manajemen Ekonomi Rumah Tangga yang kurang prima.
Koperasi menawarkan program kepada petani gula kelapa:
1.      Tabungan
2.      Sisa Hasil Usaha
3.      Fasilitas pendukung produksi
4.      Akses pasar
5.      Penjaminan mutu produksi
6.      Informasi pendukung pengembangan gula kelapa
7.      Dana santunan penderes berupa Asuransi Komunitas
Testimoni Anggota Koperasi Nira Perwira:
Aswin (petani)                 >>> Dulu saya dituduh juragan saya membuat gula semut dan jual ke pengepul lain, tapi saya kan gak bikin gula semut. Akhirnya saya jual kambing saya untuk melunasi hutang ke pengepul dan saya bikin gula semut. Hasilnya lebih banyak gula semut.
Wachini (pengindel+pengurus)>>> Sebelum ada gula semut, kehidupan saya biasa saja. Setelah ada gula semut, hasilnya terasa sekali. Saya bisa menabung dan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Saya tahu kebersihan dapur karena untuk kesehatan keluarga kami juga. Saya bisa ajak tetangga-tetangga saya untuk buat gula semut dan dijual ke koperasi.
Suharno (pengepul)        >>> Sejak ada Koperasi yang menampung gula semut, saya ingin gabung. Produk jelas laku terjual dan pembayaran gak seret. Petani-petani saya mau bikin gula semut atau gula cetak ya terserah. Yang penting saya untung. Saya mendapatkan keuntungan dari koperasi.
Rohyati (pengepul)            >>> Dulu saya denger koperasi nampung gula semut. Saya ingin gabung, tapi para petani saya belum mau bikin. Akhirnya saya gabung koperasi juga. Bagi saya untung sedikit gak masalah, yang penting pembayaran lancar dan petani sejahtera, saya ikut senang.
Riswono (petani+ketua kelompok)
                                  >>> Saya selaku ketua RT bangga dengan adanya program gula semut dari LPPSLH Purwokerto. Warga saya jadi lebih sejahtera dengan program ini. Selisih harga gula semut dengan gula cetak sangat jauh. Hal ini membuat petani beralih ke gula semut. Apalagi waktu itu rumah kami kedatangan pembeli dari Italia, saya senang sekali.
 
Koperasi Nira Perwira ada karena jeritan hati para petani gula kelapa yang belum sejahtera
Koperasi Nira Perwira ada atas inisiatif LSM LPPSLH Purwokerto
Dan Koperasi Nira Perwira akan selalu ada selama masih ada petani gula kelapa yang belum sejahtera

Kamis, 25 September 2014

Manisnya Gula Kelapa Kian Terasa



2 tahun pendampingan LPPSLH Purwokerto menunjukkan hasil signifikan terhadap perubahan kehidupan petani gula kelapa di Desa Candinata dan Karangcegak Kecamatan Kutasari, Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari, dan Desa Binangun Kecamatan Mrebet. Ke-4 desa ini menjadi wilayah dampingan LPPSLH dengan pendampingan intensif dan berkelanjutan. Semua berkat kerjasama dan keseriusan semua pihak.
Kami telah mendapatkan bantuan 20 paket produksi, 20 paket tungku hemat, 5 paket peralatan produksi, 50 paket dapur sehat, 5000 pongkor food grade,  dan gudang produksi. Bantuan ini melalui Dinperindagkop dan Dinpertanbunhut Kabupaten Purbalingga. PEMDA antusias dalam membantu kehidupan para petani gula kelapa dan siap jika ada kebutuhan yang dibutuhkan.
401 petani gula kelapa telah lolos uji organik dari Lembaga Control Union Belanda. Mei 2014 telah terbit sertifikat organik standar EU (Europe Union) dan Juni 2014 sertifikat organik standar USDA (United Stated Development of Agriculture) dengan nomor registrasi CU 830618. Sertifikat ini berlaku selama 1 tahun dan akan terus diperbarui. Dan kami punya sertifikat organik itu.
Setelah terbit sertifikat, peluang pasar kian terbuka. Banyak perusahaan eksportir mendatangi kami dengan maksud untuk bekerjasama. Namun, kami belum bisa memenuhi permintaan itu karena produksi kami masih terbatas untuk 1 perusahaan eksportir di kota tetangga. Seharusnya ini peluang bagus. Untuk ke depannya kami akan memperbanyak produk gula kelapa berkualitas.
Petani antusias membuat gula semut dengan alasan keuntungan lebih banyak dibandingkan dengan gula cetak. Saat ini harga gula cetak di tingkat petani rerata Rp 7.000,- hingga Rp 7.500,-/kg. Tentu saja kebanyakan petani beralih ke gula semut. Peluang ini ditangkap kuat oleh Koperasi Nira Perwira Purbalingga. Apa yang petani butuhkan, koperasi siap mengatasi permasalahan.
Pepatah “Ada Gula Ada Semut” sekarang menjadi kenyataan. Semakin banyak petani yang memproduksi gula semut, semakin banyak “semutnya”. Pemain gula banyak berkeliaran di wilayah kami. Mereka yang tak membangun dari awal, justru ikut menikmati hasilnya. Seharusnya pepatah “siapa yang menanam dialah yang menuai” masih berlaku oleh para pebisnis gula kelapa. Bunyi hukum bisnis,”Dengan Modal Kecil Akan Memperoleh Keuntungan Yang Sebesar-besarnya” ini sangat digaungkan oleh para pebisnis hingga mencari jalan pintas.
Jika di analisis SWOT, maka ancaman kita sedang kuat yaitu banyak pemain gula semut di wilayah yang sama. Perlu kita ketahui data petani gula kelapa Purbalingga sebanyak 16.197, Banjarnegara sebanyak 9.395, Banyumas sebanyak 28.265, Cilacap sebanyak 22.236, dan Kebumen sebanyak 8.422 (Barlingmascakeb, 2008). Masih banyak wilayah yang belum serius digarap oleh pemerintah maupun swasta. Tangkaplah peluang itu dan kembangkan. Jangan main serobot wilayah orang.
Dampak positif adanya pemain gula baru adalah semakin solidnya para pengurus, kelompok, dan stakeholder setempat. Hubungan baik akan terus dijaga oleh Koperasi Nira Perwira Purbalingga. Bisnis akan maju jika dihadapkan dengan banyak tantangan. Inovasi akan terus dikembangkan. Suatu saat nanti semua petani gula kelapa akan benar-benar hidup layak. Harapan kami adalah tetaplah menjaga kelestarian alam dan mulai hidup sehat dengan organik. Salam semangat dari para petani gula kelapa kami!!!

                             Inilah bentuk kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga
         Unit Pengolahan Hasil tampak dari samping belakang, bentuk kepedulian Dinas Perkebunan Purbalingga dengan dana dari provinsi.

                                      Dapur Sehat, bentuk kepedulian Dinas Perindustrian Purbalingga

Pak Mahmud, petani gula kelapa Desa Candinata bersiap menderes dengan menggunakan pongkor food grade, bentuk kepedulian Dinas Perindustrian Purbalingga


 Pak Sura dan Pak Sukimin sedang memamerkan bantuan peralatan produksi, bentuk kepedulian Dinas Perindustrian Purbalingga

 Pak Sukimin sedang memamerkan peralatan produksi, bentuk kepedulian dari Dinas Perindustrian Purbalingga

Senin, 22 September 2014

Cita-Cita Luhur Dari Seorang Anak Petani Gula Kelapa Di Purbalingga



Desa Candinata terletak di bawah lereng Gunung Slamet, tepatnya di Kota Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Hawa alami nan sejuk menghiasi desa ini. Sepanjang perjalanan banyak dijumpai pohon kelapa. Dari pohon kelapa inilah, sebagian besar masyarakat desa kami bergantung untuk membuat gula kelapa cetak.
Rerata produksi gula kelapa cetak yang dihasilkan adalah 7 kg/hari/petani. Harga gula kelapa cetak yang fluktuatif antara Rp 7.500,- hingga Rp 8.000,- menjadikan para petani belum sejahtera. Maka dari itu, Samsul Arifin selaku anak petani gula kelapa mempunyai inisiatif untuk membuat diversifikasi gula kelapa cetak menjadi gula kelapa kristal. Harga gula kelapa kristal sudah mencapai Rp 13.000,- di tingkat petani. Dari hasil penjualan gula kelapa inilah, dia bisa sekolah dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Samsul Arifin selaku Ketua Koperasi Nira Perwira Purbalingga ini masih tercatat sebagai Mahasiswa Jurusan Syariah IAIN Purwokerto semester 5.
Sejak adanya Koperasi Produsen Nira Perwira yang bergerak di bidang perdagangan gula kelapa kristal, para petani bisa sejahtera. Keuntungan petani gula kelapa yang tergabung dalam koperasi adalah mendapatkan fasilitas seperti: akses informasi perkembangan gula kelapa, dana asuransi komunitas, tabungan, sisa hasil usaha, bantuan dari dinas, dan masih banyak lainnya.
Tantangan ke depan adalah harus mampu bersaing dengan para pedagang gula lainnya. Di Purwokerto sudah ada 3 perusahaan besar yang bergerak di bidang perdagangan gula kelapa kristal. Untuk itu, kami harus selalu meningkatkan strategi dalam model perdagangan. Model pendekatan top-down dan bottom-up kami lakukan. Pendekatan ke petani, kelompok, dan pengepul adalah salah satu kunci kesuksesan kami.
Harapannya adalah petani hidup sejahtera bersama koperasi. Semoga impiannya terkabul di kemudian hari. Kerja cerdas dan kerja ikhlas menjadi motivasi dia ketika saya mulai terjatuh dalam jurang keputusasaan. Dia bekerja tidak sendiri karena para pengurus solid dalam menjalankan amanah dari anggota koperasi. Koperasi kami di dampingi oleh LSM LPPSLH Purwokerto sejak tahun 2012. Sejak itulah dukungan dari stakeholder kian mengalir. 



Oleh: Diyah Kusuma Wardani
Pendamping Koperasi Nira Perwira Purbalingga

Selasa, 16 September 2014

GEJOLAK SANG BUMI

Diyah Kusuma Wardani
Pendamping Koperasi Nira Perwira Purbalingga dan Staff Pertanian LSM LPPSLH Purwokerto


Apa Kabar Bumi???
Masih ingatkah dengan pepatah ini….
“Bumi adalah titipan anak cucu kita, bukan warisan untuk kita”.
Sepertinya pepatah itu sudah sirna di kalangan para manusia-manusia serakah.
Bumi, apa kabar hari ini? masih sehatkah? sakit? marah? kecewa? atau kau sedang menangis?
Tahun 2014 baru berjalan selama 4 bulan, dan itupun belum genap. Berbagai bencana alam berkecamuk dimana-mana. Baru di Indonesia saja sudah terdengar tangisan anak-anak negri yang kehilangan tempat tinggal, tempat bermain, bahkan keluarga pun tak lengkap. Lebih mirisnya lagi ada yang hidup sebatang kara. Tapi, tak hanya manusia yang merasakan amarah sang alam, begitu juga flora dan fauna.
2014 ini berbagai fenomena alam muncul. Banjir Manado yang terjadi tanggal 17 Januari 2014 yang menewaskan 16 orang dan 4000 orang mengungsi. Gempa bumi yang terjadi di kedalaman 48 km dan 104 km barat daya Kebumen, Jawa Tengah dengan skala 6,5 SR yang menyebabkan kerusakan parah di wilayah Banyumas. Gempa bumi ini terjadi tanggal 25 Januari 2014. Putting Beliung menerjang di Kecamatan Pringsewu, Lampung tanggal 6 Januari 2014. Gunung Sinabung yang merupakan gunung tipe B pun meletus setelah sekian lama tak meletus. Meletusnya gunung Sinabung ini yang tidak terprediksi sebelumnya sehingga memakan banyak korban jiwa. Di susul meletusnya gunung Kelud di Kediri tanggal 13 Februari 2014 yang dahsyat. Gunung Slamet dan Gunung Merapi di Jawa Tengah pun beberapa kali mengeluarkan asap tebal, namun erupsinya tak sedahsyat gunung Sinabung dan gunung Kelud. Tak kalah seringnya kota Jakarta di cap sebagai kota langganan banjir.
Bencana alam internasional pun seperti gempa bumi di Chile terjadi bulan Maret lalu yang menimbulkan kerusakan parah hingga kiriman tsunami pun sampai di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Topan Haiyan di Filipina, dan beberapa bencana alam lain sedang menghantui bumi di tahun ini.
Tak kalah menakutkannya ulah tangan-tangan jahil manusia serakah di bumi ini. Illegal logging terus menjadi momok menakutkan bagi para satwa asli, orang-orang pedalaman, bahkan dunia. Akibat pembalakan liar dan pembukaan hutan untuk perusahaan (kelapa sawit, karet, kopi, kakao) ini mengakibatkan ratusan satwa mati secara mengenaskan setiap tahunnya. Di Pekanbaru belum lama ini dilanda polusi asap dari pembukaan lahan. Akibatnya polusi udara ada dimana-mana mengganggu aktifitas masyarakat.
Hutan merupakan multifungsi bagi seluruh lapisan aktifitas yang ada di bumi. Jika hutan rusak, manusia sulit untuk bernafas dan satwa pun kehilangan habitat aslinya. Maka dari itu, hutan di sebut paru-paru dunia.
Saya miris melihat ratusan informasi membeberkan fakta keganasan manusia-manusia serakah itu. Tetapi kita menikmatinya dengan tenang, entah itu sengaja atau karena tidak tahu.
Mengapa bumi sering menunjukkan kekuatannya lewat guncangan bumi, muntahan lahar dari perut bumi, banjir bandang, angin topan, dan badai besar? Apakah bumi kita sedang memberikan sinyal sesuatu tapi kita tak peka untuk menangkapnya?

Apa Itu Hari Bumi????
Sejarah peringatan Hari Bumi (Earth Day) diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Penggagasnya adalah Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup.
Gagasan tentang peringatan Hari Bumi mulai disampaikan oleh Gaylord Nelson sejak tahun 1969. Saat itu Gaylord Nelson memandang perlunya isu-isu lingkungan hidup untuk masuk dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan luas.

Dukungan ini mencapai puncaknya pada tanggal 22 April 1970. Saat itu sejarah mencatat jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengecam para perusak bumi. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta manusia turun ke jalan pada 22 April 1970.

Moment ini kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi yang pertama kali. Tanggal 22 April juga bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) sekaligus musim gugur di belahan bumi selatan. Sejak itu, pada tanggal 22 April setiap tahunnya Hari Bumi (Earth Day) diperingati.
Sejarah mencatat, Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup. Gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini. Pelaksanaannya di seluruh dunia dikordinasi oleh Earth Day Network’s, sebuah organisasi nirlaba beraggotakan berbagai LSM di seluruh dunia.
PBB sendiri memilih tanggal 20 Maret saat di mana matahari tepat diatas khatulistiwa sebagai peringatan Hari Bumi. Ini mengacu pada ide “hari bagi orang-orang Bumi” yang dicetuskan aktivis perdamaian John McConnell. Hari yang lebih dikenal sebagai “Hari Bumi Equinoks” ini diperingati PBB setiap tahunnya sejak 21 Maret 1971. Namun PBB juga mengakui tanggal 22 April sebagai hari bumi yang dilaksanakan secara global. PBB secara resmi merayakannya 22 April sebagai “International Mother Earth Day“.

Mari Selamatkan Rumah Kita

Hari bumi akan terasa nyata bila kita melakukan sedikit hal kecil tetapi bermanfaat luar biasa. Selama ini masyarakat dunia sudah banyak mempraktekkan berbagai hal untuk bumi. Program-program pemerintah pun juga turut serta untuk menjaga kelestarian bumi, seperti: 1 Jam Tanpa Listrik, Hemat Listrik dan Air, Car Free Day, Car Free Night, Gerakan Menanam Pohon 1 Milyar, dan masih banyak lagi. Tapi sayangnya itu hanya dilakukan saat-saat tertentu saja.
Perubahan besar yang akan terasa nyata adalah Stop Global Warming, Stop Illegal Logging, Stop Animals Testing for Chemical Exam, dan Stop Perburuan Liar. Pemerintah harus menegakkan hukum tentang lingkungan hidup, tata guna lahan, perlindungan flora dan fauna, dan menghukum berat bagi para perusak hutan dengan sengaja.
Kerusakan hutan menjadi gejolak diantara manusia-manusia tersadarkan hingga mereka membentuk komunitas yang tergabung dalam LSM atau penyelamat alam, seperti WALHI, WWF, Greenpeace.
Saya sering mendapatkan email dari juru kampanye Greenpeace Indonesia, Wirendro Sumargo. Dia bersama kawan-kawan lain berkampanye untuk menyelamatkan hutan. Perjuangan yang keras itu akhirnya membuahkan hasil untuk terus menggaungkan Nol Deforestasi. Perusahaan Procter & Gamble dengan produk andalan mereka Head & Shoulders akhirnya resmi berkomitmen untuk Nol Deforestasi di tahun 2020.
Itu cuplikan kisah perjuangan kawan-kawan Greenpeace Indonesia. Kita juga bisa berbuat sedikit demi sedikit untuk menyelamatkan bumi kita. Membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sedikit pemakaian tisu, membakar sampah non organik, menanam bibit pohon, mengurangi pemakaian air, dan masih banyak hal-hal lain yang akan kita lakukan untuk menyelamatkan bumi kita.
Mari selamatkan bumi kita sebelum terlambat. Jangan sampai salah satu flora atau fauna di bumi ini akan menjadi fosil. Sedikit langkahmu akan membawa perubahan besar di kemudian hari. Mari mulai jaga bumi kita dimulai dari diri kita sendiri. Save Our Earth!!!!